Tugas Akhir

ANALISIS KINERJA SIMPANG DAN RUAS JALAN PADA PENGELOLAAN LALU LINTAS DENGAN SISTEM SATU ARAH

Skripsi

Abstrak

Oleh : I Made Joddy Dewangga Putra

Email : joddy_dp@yahoo.com

Fakultas / Jurusan : Fakultas Teknik / S1 Teknik Sipil

Jalan Pulau Komodo merupakan ruas jalan penghubung antara ruas Jalan Raya Sesetan dan ruas Jalan Teuku Umar. Tingginya volume lalu lintas dan banyaknya persimpangan di ruas jalan ini membuat kemacetan tak dapat dihindari. Dengan melihat pola jaringan Jalan Pulau Komodo, Jalan Pulau Serangan, Jalan Satelit dan Jalan Pulau Bacan terdapat peluang penerapan sistem satu arah. Perubahan pola lalu lintas ini berfungsi untuk meningkatkan kapasitas jalan sehingga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan pengendara. Jalan Pulau Serangan merupakan jalan dengan sistem satu arah, namun pada kenyataannya ruas jalan tersebut diberlakukan sistem satu arah dengan prioritas sepeda motor, tentu ini akan mengurangi kapasitas dan kenyamanan, maka perlu dilakukannya evaluasi kembali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan kinerja simpang dan ruas jalan saat ini (eksisting) dengan kinerja ruas jalan menggunakan sistem satu arah tanpa adanya prioritas sepeda motor. Pada penelitian ini data yang diperlukan dibagi atas dua data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer terdiri dari geometrik jalan, volume lalu lintas dan tata guna lahan, sedangkan data sekunder terdiri dari jumlah penduduk. Analisis kinerja ruas jalan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997 sebagai bahan panduan. Dari hasil analisis dapat diketahui hasil kinerja simpang dan ruas jalan saat ini (eksisiting), kinerja ruas jalan dengan sistem satu arah tanpa prioritas sepeda motor, dan perbandingan terhadap kedua kinerja ruas jalan tersebut. Untuk hasil kinerja simpang Jalan Pulau Komodo Jalan Pulau Serangan diperoleh nilai derajat kejenuhan sebesar 1,515 dan tundaan sebesar -28,842 det/smp (D>45 det/smp),. Untuk perbandingan kinerja ruas jalan saat ini dan sesudah penerapan sistem satu arah, kapasitas Jalan Pulau Komodo meningkat 32,22% (dari 1921 smp/jam menjadi 2540 smp/jam). Volume lalu lintas menurun 3,7% (dari 1921,6 smp/jam menjadi 1850,1 smp/jam) dan derajat kejenuhan menurun dari 1,00 menjadi 0,73. Kapasitas ruas Jalan Pulau Serangan meningkat 98,1% (dari 1059 smp/jam menjadi 2098,2 smp/jam). Volume lalu lintas meningkat 30,8% (dari 594,55 smp/jam menjadi 778,15 smp/jam) dan derajat kejenuhan menurun dari 0,56 menjadi 0,37. Kapasitas ruas Jalan Satelit meningkat 98,08% (dari 115 smp/jam menjadi 2208,6 smp/jam). Volume lalu lintas meningkat 69,4% (Dari 540,6 smp/jam menjadi 916,05 smp/jam) dan derajat kejenuhan menurun dari 0,48 menjadi 0,41. Kapasitas ruas Jalan Pulau Bacan meningkat 207,1% (dari 827 smp/jam menjadi 2540 smp/jam). Volume lalu lintas meningkat 1093% (Dari 79,6 smp/jam menjadi 949,55 smp/jam) dan derajat kejenuhan meningkat dari 0,10 menjadi 0,37.

Kata kunci : -

Download : File 1 File 2 File 3