Fakultas Teknik Universitas Udayana Terima Kunjungan WastePlant Indonesia–Australia Bahas Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Jimbaran, 11 Juni 2026 – Fakultas Teknik
Universitas Udayana menerima kunjungan dari WastePlant Indonesia–Australia
dalam rangka penjajakan kerja sama dan pelaksanaan kuliah tamu terkait
pengelolaan sampah organik berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang
Sidang I dan II, Lantai 3 Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Udayana
ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta
perwakilan dari WastePlant Indonesia–Australia.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Teknik Universitas
Udayana dalam memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus mendukung
pengembangan solusi inovatif terhadap permasalahan lingkungan. Melalui
pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat
diimplementasikan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada
masyarakat, dan pengembangan teknologi ramah lingkungan.
Pertemuan dipimpin oleh Founder dan Director WastePlant, Andrew Hayim
De Vries, yang memaparkan program pengembangan teknologi WastePlant
Gardenship sebagai solusi inovatif dalam pengelolaan sampah makanan dan
sampah perkotaan. Teknologi ini dirancang untuk membantu mengurangi volume
sampah organik sekaligus mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah yang
lebih berkelanjutan. Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan
berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, pemerintah, lembaga
penelitian, dan sektor industri.
Dalam paparannya, dijelaskan bahwa WastePlant bersama Murdoch
University Australia tengah mengembangkan program berskala nasional yang
bertujuan menghadirkan fasilitas percontohan WastePlant Gardenship di sejumlah
wilayah strategis di Indonesia, termasuk Bali, Jakarta, Lombok, dan Surabaya.
Program ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah terpadu yang
mampu diterapkan di berbagai daerah untuk membantu mengatasi permasalahan
sampah yang semakin meningkat.
Sebagai bagian dari rencana kerja sama, WastePlant menawarkan
penyelenggaraan workshop interaktif bagi dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik
Universitas Udayana. Selain itu, terdapat rencana pembangunan unit demonstrasi
teknologi WastePlant di kawasan Jimbaran yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana
pembelajaran, penelitian, dan pengembangan inovasi bagi sivitas akademika.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman praktik
yang lebih luas kepada mahasiswa dalam menerapkan teknologi pengelolaan sampah
dan memahami tantangan lingkungan secara langsung.
Program kolaboratif ini juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi
terkemuka di Indonesia, antara lain Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi
Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Mataram. Kolaborasi tersebut didukung
oleh BRIN, Murdoch University Australia, serta berbagai mitra lainnya yang
memiliki perhatian terhadap pengembangan teknologi lingkungan dan pengelolaan
sampah berkelanjutan.
Fakultas Teknik Universitas Udayana menyambut baik peluang kerja sama
yang ditawarkan sebagai bagian dari komitmen fakultas dalam mendukung
pengembangan teknologi ramah lingkungan dan peningkatan kualitas pendidikan
tinggi. Kolaborasi ini dinilai sejalan dengan upaya fakultas untuk memperkuat
peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat
nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Diskusi berlangsung secara aktif dengan membahas berbagai peluang
implementasi teknologi WastePlant di Bali, potensi penelitian bersama, serta
keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan berbasis penyelesaian masalah lingkungan.
Pertemuan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara dunia
akademik dan mitra internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara Fakultas Teknik Universitas Udayana dan WastePlant Indonesia–Australia dalam pengembangan teknologi pengelolaan sampah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pelaksanaan program pendidikan dan penelitian yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung upaya penanganan permasalahan sampah dan pelestarian lingkungan di Indonesia.


UNIVERSITAS UDAYANA