Mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Lolos Pendanaan PKM-KC 2026, Kembangkan Alat Deteksi Kanker Getah Bening Berbasis Deep Learning

Mahasiswa Universitas Udayana berhasil memperoleh pendanaan dalam Program Kreativitas Mahasiswa – Karsa Cipta (PKM-KC) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa). Proposal inovasi yang diajukan mengusung pengembangan alat pendeteksi kanker getah bening yang terintegrasi dengan teknologi deep learning.

Program PKM-KC merupakan salah satu ajang nasional yang mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya kreatif dan inovatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Lolosnya proposal hingga tahap pendanaan menjadi salah satu capaian yang menunjukkan kemampuan mahasiswa Universitas Udayana dalam mengembangkan solusi inovatif terhadap permasalahan di bidang kesehatan.

Menariknya, tim pengusul merupakan hasil kolaborasi lintas fakultas, yakni Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Tim tersebut terdiri atas Gabriella Sunsugos Sianturi dari Program Studi Teknik Elektro sebagai Ketua Tim, Nyoman Wiprayanka dari Program Studi Teknologi Informasi, Kelvin Imanuel dari Program Studi Teknik Elektro, Assyifa Dewanda Parend dari Program Studi Pendidikan Dokter, serta I Komang Raditya Putra Pratama dari Program Studi Pendidikan Dokter sebagai anggota. Tim didampingi oleh I Putu Elba Duta Nugraha, S.T., M.T. sebagai Dosen Pendamping.

Melalui PKM-KC ini, tim merancang sebuah inovasi berupa alat pendeteksi kanker getah bening yang memanfaatkan teknologi deep learning. Pengembangan inovasi tersebut menggabungkan kompetensi di bidang teknik, teknologi informasi, dan kedokteran sehingga diharapkan dapat menghasilkan sebuah prototipe yang memiliki nilai inovasi serta potensi untuk mendukung perkembangan teknologi di bidang kesehatan.

Pelaksanaan program dilakukan dari institusi asal, yaitu Universitas Udayana, dengan mengikuti tahapan kegiatan yang telah ditetapkan dalam rencana pelaksanaan PKM-KC 2026. Tahapan tersebut meliputi pengumpulan dan analisis data, penyusunan desain prototipe, penyusunan model hybrid CNN-Regresi, manufaktur prototipe, pengujian fungsionalitas, penetapan standar, penyusunan laporan dan pemerolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta publikasi ilmiah dan media sosial.

Salah satu aspek utama dalam pengembangan inovasi ini adalah penerapan model hybrid CNN-Regresi sebagai bagian dari sistem pengolahan dan analisis data. Pengembangan model tersebut dilakukan secara bertahap seiring dengan proses pengumpulan data dan penyusunan prototipe, sebelum kemudian dilakukan pengujian terhadap fungsionalitas sistem.

Kolaborasi antara mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan program. Kompetensi bidang teknik dan teknologi informasi berperan dalam pengembangan perangkat, sistem, serta pengolahan data, sementara perspektif bidang kedokteran mendukung pemahaman terhadap aspek kesehatan yang menjadi fokus inovasi.

Setelah melalui tahapan pengembangan dan pengujian, tim juga menargetkan adanya luaran berupa standar pengembangan, laporan kegiatan, serta pemerolehan HKI. Hasil kegiatan selanjutnya akan diarahkan untuk dipublikasikan melalui publikasi ilmiah maupun media sosial sebagai bentuk diseminasi inovasi mahasiswa.

Keberhasilan tim Universitas Udayana dalam memperoleh pendanaan PKM-KC 2026 sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menghasilkan inovasi. Fakultas Teknik Universitas Udayana terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan riset, serta pemanfaatan teknologi dalam menghasilkan karya yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Melalui pengembangan alat pendeteksi kanker getah bening terintegrasi deep learning ini, tim berharap dapat menghasilkan prototipe inovatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut serta menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa Universitas Udayana dalam bidang teknologi kesehatan.