Universitas Udayana dan Tsinghua University Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Konferensi Sustainable Design and Research in Asian Cultural Spaces
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana bersama School of Architecture Tsinghua University, China, dan sejumlah mitra akademik serta profesi menyelenggarakan Sustainable Design and Research in Asian Cultural Spaces International Conference di Bali pada 31 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi forum internasional yang mempertemukan akademisi, arsitek, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk membahas isu desain berkelanjutan, pendidikan arsitektur, penelitian, serta pengembangan ruang budaya Asia. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Universitas Udayana yang diwakili oleh Dekan Fakultas Teknik Prof. Ir. Linawati, M.Eng.,Sc.,Ph.D, perwakilan institusi mitra, serta perwakilan TSEA. Agenda pagi juga mencakup keynote opening speech, sesi utama, dokumentasi bersama, serta Keynote Session yang menghadirkan sejumlah tokoh dan akademisi arsitektur dari berbagai negara. Sesi utama dilaksanakan di Awan Auditorium dengan pembicara CUI Kai dari China, Hoàng Thúc Hào dari Vietnam, Tweeite Vajrabhaya dari Thailand, Antonius Richard Rusli dari Indonesia, dan Prof. Song Yehao dari Tsinghua.
Universitas
Udayana turut berperan aktif melalui keterlibatan akademisi sebagai chair
dan speaker pada beberapa sesi, di antaranya Design Education and
Localized Teaching, Local Culture & Sustainable Spaces, serta Green
Construction & Low-Carbon Technologies. Ketiga forum tersebut membahas
pendidikan arsitektur berbasis konteks lokal, keterkaitan budaya dan
keberlanjutan ruang, serta inovasi konstruksi hijau dan teknologi rendah
karbon. Beberapa speaker diantaranya: Tri Anggraini Prajnawrdhi PhD, Antonius
Karel Muktiwibowo PhD dari Universitas Udayana, serta dengan pembicara antara
lain Charles Dewanto dari Indonesia, Prof. HUANG Wei Xin dari Tsinghua University,
dan Prof. I Nyoman Suprapta Winaya dari Universitas Udayana. Selain itu pada
sesi menghadirkan berikutnya Prof. ZHU Ning dari Tsinghua University, Febe
Liana dari Garis Bangun Indonesia, Dr. I Putu Oka Swiranatha dari Bali Cultural
Heritage Conservation Agency (PTACBI), Prof. LIU Heng dari China Architecture
Design & Research Group, serta Arya Abieta dari Wastu Adi Olahrupa.
Kegiatan
tersebut menunjukkan bahwa konferensi tidak hanya menjadi ruang penyampaian
gagasan oleh pembicara utama, tetapi juga memberikan kesempatan bagi akademisi
muda dan mahasiswa untuk memperkenalkan pemikiran serta hasil karya mereka.
Penyelenggaraan Sustainable Design and Research in Asian Cultural Spaces
International Conference di Bali menjadi momentum penting bagi Universitas
Udayana dalam memperkuat posisi dan jejaring internasional di bidang
arsitektur, desain berkelanjutan, dan penelitian ruang budaya. Kolaborasi
dengan Tsinghua University serta institusi dan organisasi profesi lainnya
diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang
pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, pelestarian budaya, dan praktik
arsitektur.
Melalui forum
internasional ini, Universitas Udayana berkomitmen untuk terus mendorong
pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik arsitektur yang tidak hanya responsif
terhadap tantangan keberlanjutan global, tetapi juga mampu mempertahankan
identitas, nilai budaya, dan karakter lokal. Sinergi antara perguruan tinggi,
organisasi profesi, praktisi, serta generasi muda diharapkan dapat menghasilkan
gagasan dan inovasi baru bagi terwujudnya lingkungan binaan yang berkelanjutan,
kontekstual, inklusif, dan berakar pada kekayaan budaya Asia.


UNIVERSITAS UDAYANA